Karangasri.desa.id. 24/7/26. Dusun Dungus dengan segala ke-Aripan Lokal-nya senantiasa menumbuhkan rasa kebersamaan antar warga untuk selalu memiliki Dusunnya sesuai dengan petuah ataupun pesan pesan dari leluhurnya, seperti halnya NYADRAN sebuah kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun sebagai sarana untuk selalu introspeksi diri mengukur akan jati diri mengukur akan apa yang telah diraih dan apa yang telah diperbuat dalam 1 tahun kebelakang, pokok inti dari perayaan NYADRAN adalah sebagai rasa syukur kepada ALLAH SWT yang telah memberikan segala Rahmat kepada kita semua, ini sesuai dengan apa yang disampaikan tokoh agama sekaligus tokoh adat setempat mbah SUGIYO 80 tahun dalam memberikan doa diacara BANCAKAN.
NYADRAN Dusun Dungus seperti tahun tahun sebelumnya dirayakan di tiga titik pe-Dukuh-an :
1.Dukuh KARANGASRI (RW. 03) dengan kegiatan doa bersama dirumah RT. 01 dimalam hari dan BANCAKAN sebagai sarana pembagian berbagai macam penganan dimakam Leluhur Desa dan sumber mata air.
2.Dukuh BESARAN (RW.06) dengan kegiatan bersih bersih disumber mata air pada pagi hari dilanjutkan Doa Bersama dimasjid AL-MUHAJIRIN yang dipimpin langsung tokoh agama setempat yang juga merupakan Perangkat Desa Karangasri.
3.Dukuh DUNGUS (RW.04 DAN RW. 05) dengan kegiatan doa bersama terpusat dimasjid DARUL UKHUWAH RW.05 dengan mendatangkan USTAD YASIN, selain memimpin doa beliau juga memberikan TAUSIYAH terkait dengan NYADRAN, pada bagi hari jumat 24 Juli 2026 acara selanjutnya berpusat di sendang Dungus untuk membersihkan sumber air. Dari serangkaian acara yang sudah dilaksanakan ditutup dengan acara BANCAKAN ditempat tersebut.
NYADRAN DUSUN DUNGUS kali ini dtengah anjuran EFISIENSI dilaksanakan dengan sangat sederhana tidak ada GUNUNGAN maupun pertunjukan lainya seperti apa yang disampaikan Kasun Dungus sdr. Advis Bangun Widodo "dengan rasa memiliki akan budaya adat warga Dusun Dungus di tiga titik yaitu dukuh Besaran, dukuh Karangasri dan dukuh Dungus ditengah ekonomi yang masih lesu segenap warga Dusun Dungus tetap melaksanakan NYADRAN yang dikemas dengan sederhana diharapkan dengan sebuah kebersamaan warga dusun DUNGUS ikut serta dalam membangun Desa Karangasri "
Sebuah Batu PRASASTI peninggalan leluhur tertulis pada tahun 1918 yang ada diarea sendang Dungus yang merupakan pusat dilaksanan acara BANCAKAN, pada malam perayaan NYADRAN telah hilang diambil atau dicuri oleh orang tak dikenal hingga saat ini masih dalam pencarian oleh warga Dusun Dungus.
(demang01)