You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Karangasri
Desa Karangasri

Kec. Ngawi, Kab. Ngawi, Provinsi Jawa Timur

SELAMAT DATANG DI WEBSITE DESA KARANGASRI KEC. NGAWI KAB. NGAWI -- selengkapnya...

RESEP PANJANG UMUR DARI DESA

Administrator 08 September 2026 Dibaca 208 Kali
RESEP PANJANG UMUR DARI DESA

karangasri.desa.id. 8/9/26.  Ada sesuatu yang menarik dari orang-orang tua di desa-desa Italia. Mereka tidak tampak seperti sedang menjalani program hidup sehat. Tidak ada kesan bahwa setiap pagi mereka sibuk menghitung kalori, mengukur langkah, atau mengejar target kebugaran di aplikasi telepon genggam. Mereka hanya menjalani kehidupan sebagaimana adanya. Pergi ke pasar, berjalan melewati jalan berbatu, memasak makanan dari kebun sendiri, berbincang dengan tetangga, menjaga cucu, dan sesekali berkumpul memanggang roti. Namun, justru dari kehidupan yang tampak sederhana itu tersimpan pelajaran penting tentang umur panjang.

Campodimele, sebuah desa di wilayah Lazio, Italia, adalah salah satu contohnya. Desa ini dikenal karena banyak penduduk lanjut usianya tetap aktif dan mandiri. Lansia masih sanggup mengayuh sepeda melewati jalan menanjak dan berjalan kaki dalam aktivitas sehari-hari. Lingkungan tempat tinggal mereka seolah menjadi “gym” alami. Untuk berbelanja saja, tubuh sudah diajak bergerak. Hal menariknya, aktivitas fisik tersebut tidak diperlakukan sebagai olahraga yang terpisah dari kehidupan. Bergerak adalah bagian dari kehidupan itu sendiri.

Di zaman sekarang, kita justru sering memisahkan keduanya. Duduk berjam-jam di depan komputer, naik kendaraan untuk jarak yang sebenarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, lalu malam harinya pergi ke pusat kebugaran untuk “membayar” kekurangan gerak. Kita hidup semakin praktis, tetapi tubuh justru semakin jarang digunakan.

Pelajaran berikutnya datang dari meja makan. Warga desa-desa tersebut banyak mengonsumsi makanan yang tumbuh di sekitar mereka. Ada sayuran, kacang-kacangan, serealia, rempah, serta minyak zaitun. Daging bukan selalu menjadi menu utama. Makanan olahan berlebihan juga bukan bagian dominan dari kehidupan mereka.

Tetapi yang lebih penting bukan semata-mata apa yang mereka makan, melainkan bagaimana mereka makan. Makan berlangsung lebih lama. Meja makan menjadi tempat berbincang. Pasar bukan hanya tempat membeli bahan makanan, tetapi juga ruang bertemu. Oven roti komunitas bukan sekadar alat memasak, melainkan tempat warga berkumpul. Dengan kata lain, makanan sekaligus menjadi perekat sosial. Di sinilah rahasia umur panjang itu terasa lebih menarik. Kesehatan ternyata tidak selalu berada di dalam piring. Sebagiannya justru berada di sekitar meja makan.

Manusia membutuhkan hubungan dengan manusia lain. Lansia yang tinggal bersama anak dan cucu tidak sekadar menjadi penerima bantuan. Mereka tetap mempunyai peran. Mereka menjaga cucu, mengajarkan resep, merawat kebun, atau sekadar menjadi tempat bertanya. Perasaan masih dibutuhkan mungkin sama pentingnya dengan pola makan sehat.

Kita sering membayangkan masa tua sebagai fase ketika seseorang perlahan kehilangan peran. Setelah pensiun, aktivitas berkurang. Anak-anak sibuk bekerja. Rumah menjadi semakin sepi. Teman-teman berkurang. Akhirnya, usia lanjut identik dengan ketergantungan. Desa-desa Italia memberikan gambaran yang berbeda. Menjadi tua tidak otomatis berarti berhenti menjadi bagian dari kehidupan sosial.

Tentu saja, tidak tepat jika semua umur panjang hanya disimpulkan dari minyak zaitun, kacang-kacangan, atau kebiasaan berjalan kaki. Faktor genetik, layanan kesehatan, lingkungan, kondisi ekonomi, dan berbagai faktor lain juga berpengaruh. Bahkan, kehidupan di desa Italia tidak bisa begitu saja disalin ke Indonesia. Namun, kita bisa mengambil pelajarannya.

Desa-desa di Indonesia sebenarnya memiliki modal sosial yang tidak kalah besar. Tradisi gotong royong, ronda, pengajian, arisan, posyandu, kerja bakti, pasar desa, hingga kebiasaan duduk bersama di teras rumah adalah bentuk-bentuk interaksi sosial yang sering dianggap biasa. Padahal, di tengah kehidupan yang semakin individual, kebiasaan semacam itu merupakan kekayaan yang sangat berharga.

Mungkin karena terlalu mengejar kemajuan, kita justru mulai meninggalkan sebagian hal sederhana yang membuat hidup terasa manusiawi. Kita ingin rumah semakin nyaman, tetapi semakin jarang keluar rumah. Kita ingin hidup lebih praktis, tetapi semakin sedikit bergerak. Kita ingin sehat, tetapi semakin sering makan sendirian. Kita memiliki ratusan kontak di telepon, tetapi belum tentu memiliki tetangga yang bisa diajak berbincang.

Italia mengingatkan kita bahwa umur panjang bukan sekadar persoalan menambah angka pada usia. Yang jauh lebih penting adalah menambah kehidupan pada usia. Sebab, hidup panjang akan terasa kosong jika dijalani dalam kesepian, ketergantungan, dan kehilangan peran. Sebaliknya, usia lanjut bisa menjadi fase yang tetap bermakna ketika seseorang masih bergerak, masih berkarya, masih dibutuhkan, dan masih memiliki tempat di tengah komunitas.

Resep panjang umur yang paling sederhana bukanlah sesuatu yang harus dibeli. Ia tumbuh di kebun, dimasak di dapur, dimakan bersama keluarga, dan dilanjutkan dengan obrolan panjang bersama tetangga.

 

Ditulis oleh Wurianto Saksomo, warga Desa Karangasri, Ngawi.

"Terimakasih atas goresan pena di web desa Karangsari
Haryono 08 September 2026
"top markotop artikelnya.... kita tunggu artikel berikutnya
micin 08 September 2026

APBDes 2022 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 946.699.000,00 Rp 946.699.000,00
100%

APBDes 2022 Pendapatan

Dana Desa
Rp 946.699.000,00 Rp 946.699.000,00
100%

APBDes 2022 Pembelanjaan